Kita dan Anak Palestina

“Pemuda yang tidak punya ruhul jihad, matinya lebih baik daripada hidupnya.”  (Mustafa Kamil, Pemikir Mesir)

Banyangkan jika kamu punya segudang harapan, tapi tiba-tiba harapan itu buyar dan lenyap entah ke mana. Atau, Kamu punya impian yang begitu indah, tapi kemudian tak pernah menjadi kenyataan. Menyakitkan bukan ? Nah, realitas seperti inilah yang kini harus di terima oleh anak-anak Palestina. Betapa pun getirnya kenyataan itu, toh akhirnya memang tak selamanya bisa memilih.

Mohammad ad-Dura, bocah Palestina berusia 12 tahun, harus meregang nyawa ditembus peluru serdadu Zionis Israel Laknatullah pada 30 September 2000 lalu saat terjadi bentrokan berdarah antara polisi Zionis Israel Laknatullah dan warga Muslim Palestina di Netzarim, Jalur Gaza. Kalo kamu rajin baca berita, pasti kamu bisa mendapat foto “ekslusif” yang diabadikan oleh dua wartawan Palestina yang bekerja untuk TV Prancis. Foto tersebut seolah “berbicar” dan menjelaskan bagaiman biadabnya sedadu Zionis Israel Laknatullah ketika membantai Mohammad ad-Durra yang berada dalam pelukan ayahnya.

Mohammad ad-Durra dan jutaan remaja seusianya harus rela kehilangan masa depan meraka. Berjuta impian yang sudah dirajut harus punah dalam sekejap. Jutaan harapan sirna dalam hitungan detik. Ya, itu adalah kenyataan yang memang pahit dan getir. Ini, akan terus terjadi dan bakal terulang bila umat Islam cuma bisa diam atau hanya bisa mengutuk tanpa ada action atau tindakan untuk mengakhirinya. Jelas, itu akan membuat orang-orang Zionis Israel Laknatullah tersebut besar kepala dan akan merasa enteng melenyapkan nyawa warga Palestina seperti firman allah swt dalam al-Quran surah al-Isra’ Ayat 17 untuk Bani Israel, “Kemudian kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali, dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak , dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar”.

Republika melaporkan, biadapnya sampai bulan Augustus 2010 sekitar 1400 lebih warga Palestina meninggal dunia kebanyakan adalah wanita dan anak-anak. Telah terjadi penistaan lebih dari 200 mesjid di daerah yang dijajah sejak 1948. Masjid-masjid diubah menjadi bar dan klub-klub malam, rumah-rumah, restoran dan tempat maksiat. Jumlah tahanan Palestina mencapai 700 ribu. Jika dihitung sejak awal penjajahan Zionis hingga kini, terjadi penangkapan satu dari empat warga Palestina. Sebagian besar dari para tahanan adalah laki-laki dewasa. Sebanyak 42% warga laki-laki di Palestina pernah merasakan penjara. Ada wanita termuda usianya yang dibunuh oleh Zionis. Usianya belum mencapai 10 hari. Dia juga menjadi korban terkecil dan termuda di dunia. Saudara seiman dan seakidah. Masihkah kita tidak peduli dengan nasib sesama kaum muslimin yang terzolimi ??

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s